1. Kalau dia lagi baik, sering-seringlah ajak dia ngobrol tentang
persahabatan sejati yang saling mendukung. Kalaupun ada salah paham,
sekali-sekali tidak apa-apa.
2. Coba kamu cari tahu latar belakang keluarganya. Mungkin sifatnya itu
terbentuk karena lingkungan keluarganya atau karena sesuatu di masa lalu
yang bikin emosinya super tidak stabil.
3. Dewasalah menghadapinya saat dia nyebelin atau jahat sama kamu. Anggap aja penyakitnya lagi kambuh dan perlu diobati.
4. Berdoalah buat dia, karena seorang teman yang baik pasti akan mendoakan temannya.
5. Jika dia terlalu sering nyakitin kamu daripada berbuat baik sama
kamu, ajak dia ngobrol berdua secara baik-baik dan tanyakan apakah kamu
ada salah sama dia. Kalau dia jelasin bahwa kamu salah (meskipun itu
terkadang dibuat-buat dan tidak beralasan), minta maaf saja dulu.
Buktikan bahwa kamu lebih dewasa darpada dia.
6. Kalau sikapnya benar-benar sudah merugikan secara kejiwaan, lebih
baik jaga jarak dengannya dan jangan terlalu dekat. Nanti malah kamu
yang darah tinggi dan emosian.
Semoga tipsnya membantu ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar